Setinggi-tinggi pengetahuan, yang paling tinggi adalah KESADARAN manusia akan setiap hal.
Filsafat adalah olah pikir. Walaupun manusia merasa hanya memiliki pikiran yang terbatas namun mau tetap berusaha, dia sudah dikatakan berfilsafat. Batas pikiran manusia adalah ILMU. Manusia dituntut untuk berpikir kritis, sebab nilai yang tertinggi dalam berfilsafat adalah ketika manusia mampu BERPIKIR KRITIS. Maka jika manusia ingin mengetahui tentang dunia, maka manusia harus menengok pada akal dan pikirannya.
Manfaat mempelajari filsafat adalah sekadar ingin menjadi saksi. Setinggi-tinggi berfilsafat, intinya adalah ingin menjadi SAKSI. Hal ini sepertinya sederhana namun ini adalah tugas yang berat.
Setinggi-tinggi kebenaran, hanya ada dua prinsip, yaitu BENAR dan SALAH.
Sejauh-jauh pikir manusia harus ada pengendalinya, yaitu HATI. Hati manusia adalah dunia manusia. Dunia manusia adalah hati manusia. Hati manusia adalah keyakinan manusia. Setinggi-tinggi ilmu filsafat, jangan sampai melampaui ranah HATI. Jika manusia mulai bimbang, manusia hendaknya tidak melanjutkan pikiran tersebut namun segera BERTOBAT.
Sokrates menyimpulkan bahwa dirinya tidak mengerti satu hal pun. Manusia dikatakan ADA karena mampu bertanya. Maka, manusia hendaknya selalu bertanya untuk mendapatkan apa yang meresahkan pikirnya. Selain itu untuk menyatakan bahwa manusia tersebut masih ada di dunia ini.
Oleh karena itu, kesalahan tertinggi manusia adalah, sehingga tidak memiliki kesadaran yang tinggi, tidak mau berpikir kritis, tidak mau menengok akal dan pikirannya, serta tidak mau bertanya. Atau dengan kata lain, manusia yang memiliki kesalahan tertinggi adalah manusia yang MERASA SUDAH MENGGETAHUI SEGALA-GALANYA.
Senin, 18 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar